Kisah Sukses Jualan Es Dawet

Es dawet atau es cendol bahkan ada yang menyebut es taoge adalah minuman tradisional berbahan utama tepung yang berbentuk seperti ulat dan diberi kuah santan plus gula. Banyak kita temui di berbagai pelosok Indonesia. Biasanya dijual di kaki lima atau keliling pakai gerobak. Tapi jangan salah, jika usaha jual es dawet ini ditekuni dan dikelola dengan baik maka Anda harus siap jadi kaya dan sukses.

Adalah Citra Puspa Sari,26,dan Hafiz Khairul Rijal,32, suaminya. Pemilik sekaligus pengelola Es Dawet Cah Mbanjar produksinya tidak hanya tersebar di Indonesia. Bahkan telah merambah pasar Singapura. Padahal sebelumnya mereka seperti penjual es dawet lainnya, keliling pakai gerobak. Kini Omsetnya ratusan juta perbulan.

Di Indonesia,Citra telah memasarkan produksinya mulai dari wilayah barat, tengah hingga timur. Minuman usaha keluarga ini kini bisa dirasakan seluruh masyarakat negeri ini. Di Singapura, dia mendapat undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Di Singapura ia mengisi acara Asia Pasific Food Festival. Dalam waktu dekat, dia akan berangkat ke Thailand untuk mempromosikan minuman ini. Citra memulai usaha Es Dawet Cah Mbanjar pada 2006.

Dia tertarik mengembangkan bisnis ini karena senang minum satu jenis minuman yang sama tapi beda nama. Memang, minuman jenis ini cukup banyak di Medan. Penjual minuman yang menggunakan gerobak banyak dijumpai di pinggir-pinggir jalan kota Medan. Kadang di emperan toko,tidak sedikit juga di bawah pohon rindang dan di persimpangan jalan. Sambil minum, dia suka bertanya- tanya kepada penjual mengorek informasi seputar minuman tersebut.

Hingga akhirnya dia bisa ketemu dengan bos pemilik es penjual dengan gerobak. ”Saya suka minum es. Karena sering,iseng-iseng ngobrol nanyain resep dan lainnya. Namun kata pekerjanya, harus menjumpai bos langsung. Setelah di cari tahu akhirnya bisa ketemu,” kata Citra kepada harian Seputar Indonesia, kemarin. Setelah dapat resep dari pemilik es itu, Citra bersama suaminya,Hafiz Khairul Rijal membeli bahan baku dengan modal Rp100.000.

Saat itu dia tidak mengenakan resep rahasia dari bos pemilik es. Untuk gerobaknya, dia memilih membuat sendiri dengan biaya Rp500.000. Bermodal Rp600.000 itulah Citra memulai berjualan Es Dawet Cah Mbanjar. Kebetulan dia langsung mendapat lokasi dekat kampus. Jadi saat itu, penjualannya lumayan. Dalam satu hari,50 cup atau gelas Es Dawet Cah Mbanjar pasti laku terjual. Untung bersihnya Rp50.000 per hari. Waktu terus berlalu hingga tiga bulan berjalan.

Dari keuntungan yang diperoleh, Citra menambah gerobak. Tidak lama berselang, gerobak ketiga dibeli sekaligus mulai merekrut karyawan. ”Mulai jualan sendiri pada 2006.Terus berjalan hingga 2007 sudah bisa membeli gerobak kedua dan ketiga. Semuanya disebar tidak jauh dari lokasi berjualan yang pertama,” ujar ibu dari dua orang anak ini. Namun, meski sudah memiliki tiga gerobak, dia masih tetap berhubungan dengan bos pemilik es yang pertama karena bumbu utama belum dimilikinya langsung.

Mendekati akhir tahun 2007, dia mencoba untuk membeli bumbu dan alat produksi dari bos pemilik es. Modalnya tidak sedikit. Uang sebesar Rp50 juta harus disiapkan, tapi karena ingin berinovasi dia nekat meminjam uang orang tuanya. ”Separuh dari modal itu, pinjam dari orang tua. Kami berpikir sudah saatnya untuk berdiri sendiri. Jadi mudah untuk melakukan inovasi, tidak hanya membeli bahan dan tinggal ramu,”ujarnya. Dengan begitu dia bisa memiliki mesin adonan cendol, gula, dan kelapa sendiri.Bahan bakunya pun langsung didatangkan dari Banjar.

Selain bumbu utama, dia juga mendapat lima gerobak. Jadi total telah ada delapan gerobak yang dijadikannya modal untuk dijual kepada orang lain. Ingin melihat bagaimana peluang pasar yang lebih besar, Es Dawet Cah Mbanjar ini mulai diikutkannya pada pameran-pameran. Pertama kali, tepatnya 2007 ikut pameran Bank Sumut dalam rangka ulang tahun Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini.

Tanpa disangka, Citra meraih penghargaan Bank Sumut Usaha Mikro Kecil (UMK) Award. Usaha Citra dinilai terbaik karena punya tempat produksi dan manajemennya sudah terbentuk, walaupun masih skala home industry. ”Senang sekali. Selama proses pameran, kami ikut dalam audisi wirausaha muda Mandiri yang diselenggarakan Bank Mandiri. Jadi semakin bersemangat untuk mengembangkannya lebih luas,” ujar anak pertama dari tiga bersaudara ini. Rezeki benar-benar berpihak.

Es Dawet Cah Mbanjar akhirnya terpilih menjadi juara 2 se-Sumatera. Penghargaan- penghargaan ini membuat suami istri ini mendapat kemudahan untuk mengembangkan usaha. Bagi yang berminat untuk memulai usaha ini diberi kredit oleh Bank Mandiri. Bank ini juga membantu proses pelatihan, perekrutan karyawan dan manajemen. ”Sistemnya seperti franchise, tapi kami menyebutnya kemitraan karena tidak ada ketentuan harus sama gerobaknya, jumlah karyawan atau gajinya.

Bahkan diperbolehkan beli bahan saja, tanpa gerobak dan tidak dapat resep utama,”papar Citra. Apabila ingin mendapat resep utama, tentu harus membeli rumah produksi sebesar Rp 60 juta. Ini disebut dengan master.Kini, khusus di Medan dia menjadi pemilik brand Es Dawet Cah Mbanjar.Tidak sulit lagi memperoleh es yang memiliki rasa manis ini pada pinggir jalan, warung atau restoran.

Total 170 gerobak se-Indonesia telah dijualnya. Khusus Medan saja ada 40 gerobak. Kini pemasarannya hingga Makassar. ”Peluangnya masih sangat besar untuk lebih meningkat lagi” ujarnya lagi. Terbukti semakin banyak investor yang bergabung dengan Es Dawet Cah Mbanjar Ini.

About these ads

10 Responses to Kisah Sukses Jualan Es Dawet

  1. Rahmad sayfur rahman mengatakan:

    ass,,,,,, hai mz Hafis,q Rahman dari Bondowoso JATIM… q pernh melihat liputan usaha mz Hafiz di acara di Trans7.saya sangat tertrik mz dengan usaha yang mz jalankan saat ini bersama istri mz hafiz… ya kadang kepikiran bersama pacara saya untuk mengikuti jejak mz Hafiz dan istri hehehe…. kalaw boleh nieh mz,Rahman pengen tau lebih banyak tentang gimana cara mz dan istri mengembangkan usaha ini,kali jach da modal bukak juga mz hehe,, kalaw ada facebook Rahman add mz,biar Rahman bisa lebih lancar komunikasi dengan mz untuk usaha ini, di I_sebastian88@yahoo.co.id ini alamat Rahman mz,,, Trim’s sukses slll buat usaha mz…

    • Diradja's Dinasty mengatakan:

      semangat terus mas Rahman, dan segera buka usahanya yaa.. apalagi dah ada calon istri tuh :)

      btw, saya bukan mas Hafis nya lho

  2. Risto mengatakan:

    Terimakasih sebelumnya berkat tulisan diatas membuat insfirasi untuk berwira usaha. dari mana saya dapatkan info lebih lagi, saya tertarik untuk bermitra dengan “franchise Es Dawet Cah Mbanjar” mohon informasinya. terimakasih

  3. just_endi mengatakan:

    assalamualaikum,…mz hafiz beserta istri salam kenal saya endi dari jakarta,…sy kagum dengan usaha mz dan istri tentunya dari pengalaman dan perjalanan menuju kesuksesan sekarang ini,…sy berniat membuka usaha yang sama ,..mohon mz dapat memberikan kiat-kiat sukses agar usaha saya berhasil seperti usaha mz dan istri jalankan,…

  4. pulzzahut mengatakan:

    thank resepnya. kyknya sy mau jualan es dawet lumayan hasilnya buat kumpulin modal

  5. pulzzahut mengatakan:

    thank penjelasannya. kyknya sy mau jualan es dawet lumayan hasilnya buat kumpulin modal.

  6. yayan mengatakan:

    assalamualakum,…ms hafiz salam kenal sy dari serang banten ingin sekali usaha es dawet,kira-kira ada ga modal yang minim tapi bisa buka es dawet kalau di mas hafiz ada resep yang sudah berbentuk cd saya mau dong!!! tapi jgn mahal2 yach hehehe………….trim’s.

  7. Dani mengatakan:

    Usaha qo Cuma Ikut2n, Tu Namax Gak Kreatif. Mau kaya tapi Ikut ikutan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: